Rumah Sakit di Sumut Harus Miliki Jalur Evakuasi

rumah-sakit-usuPerhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan, rumah sakit yang ada di Sumut harus memiliki jalur evakuasi.

Oleh karenanya, dalam syarat perolehan akreditasi keberadaan jalur evakuasi merupakan salah satu kewajiban yang harus ikut dipenuhi.

“Jalur evakuasi di rumah sakit itu penting. Makanya dalam syarat perolehan akreditasi, jalur evakuasi itu merupakan salah satu kelengkapan yang turut dipenuhi,” ungkap Ketua Persi Sumut, Azwan Hakmi Lubis kepada wartawan di Medan.

Azwan menjelaskan, bagi rumah sakit yang bertingkat, keberadaan tangga darurat merupakan suatu kewajiban.

Sementara, bagi rumah sakit yang tidak bertingkat, hal yang harus dimiliki ialah ruangan evakuasi sebagai tempat bagi pasien, jikalau ada suatu hal yang darurat sampai terjadi.

“Misalnya adanya gempa bumi atau kebakaran. Pasien harus dapat dievakuasi ke ruangan itu untuk menjamin keamanan dan keselamatannya,” jelas dia.

Namun begitu, Azwan tidak menyebutkan rumah sakit mana saja di Sumut yang saat ini belum memiliki jalur evakuasinya.

Hanya saja, dia menyebutkan dari 200-an rumah sakit di Sumut, sudah ada 40 rumah sakit yang kini sudah mendapatkan akreditasi.

“Pastinya, rumah sakit yang terakreditasi sudah memiliki jalur evakuasinya. Kalau yang belum, kita belum tahu, apa saja kekurangannya,” terang Azwan.

Karenanya, dia menegaskan, dengan akreditasi, maka rumah sakit akan jauh lebih paham untuk memberikan kenyamanan bagi pasien. Sebab, dalam akreditasi telah diatur apa-apa saja syarat kelayakan yang diwajibkan bagi rumah sakit.

Sebelumnya, pada saat gempa bumi dengan kekuatan 5,6 SR yang mengguncang kota Medan, Senin (16/1) malam lalu, telah membuat pasien dan keluarga pasien di sejumlah rumah sakit menjadi panik dan berhamburan keluar ruangan.

Seperti di RSUP H Adam Malik pasien harus sampai dibantu oleh perawat untuk menyelamatkan diri.

Begitupun di RSUD dr Pirngadi, Medan, meski tidak sampai menimbulkan korban akibat gempa tersebut. Namun, membuat pasien dan keluarga pasien harus mengevakuasi diri dari tempat perawatannya.

Sumber: http://sumut.pojoksatu.id